, ,

Departemen Fisiologi FK-KMK UGM Perkuat Kompetensi Andrologi Nasional melalui Workshop Andrology Junction 2026

Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) bekerja sama dengan Kolegium Andrologi Indonesia menyelenggarakan workshop nasional bertajuk Andrology Junction (Jogjakarta Update in Competencies) dengan tema “Optimalisasi Pemeriksaan dan Penanganan Infertilitas Pria” pada tanggal 23–24 Januari 2026 di FK-KMK UGM. Kegiatan ini diikuti oleh 37 peserta yang terdiri dari dokter spesialis andrologi dan peserta pendidikan dokter spesialis (PPDS) andrologi dari berbagai institusi di seluruh Indonesia. Workshop ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi pengetahuan dan keterampilan klinis dalam pemeriksaan serta penanganan infertilitas pria melalui pendekatan berbasis evidence-based medicine.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Kolegium Andrologi Indonesia sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara, Prof. Dr. dr. Dicky Moch Rizal, M.Kes., Sp.And., Subsp.FER., AIFM, yang menekankan pentingnya pembaruan kompetensi berkelanjutan bagi dokter spesialis andrologi seiring berkembangnya teknologi reproduksi berbantu dan metode diagnostik modern. Workshop menghadirkan sejumlah pakar andrologi nasional, di antaranya Prof. dr. Achmad Zulfa Juniarto, MSi.Med, MMR, PhD, Sp.And(K); Prof. Dr. dr. Silvia Werdhy Lestari, M.Biomed, Sp.And; dr. Agung Ari Budy Siswanto, Sp.An.Ti, K.Ti, M.Kes; dr. Hanggoro Tri Rinonce, Ph.D., Sp.P.A., Subsp. U.R.L.(K), Subsp. K.A.(K); dr. Agustinus, Sp.And (K); serta dr. Maitra Djiang Wen, Sp.And., Subsp.FER., M.ClinEmbryol., yang memberikan materi berbasis pengalaman klinis dan perkembangan terbaru di bidang andrologi.

Pelaksanaan workshop berlangsung selama dua hari dengan kombinasi sesi teori dan praktik. Pada sesi praktik, peserta mendapatkan pengalaman hands-on terkait teknik biopsi testis non-bedah, teknik anestesi pada prosedur biopsi testis, serta penilaian Johnsen Score sebagai bagian dari evaluasi histologis spermatogenesis. Sementara itu, sesi materi meliputi pembahasan prediksi keberadaan sperma sebelum tindakan biopsi, problem genetik pada kasus infertilitas pria berat, strategi suplementasi in vitro untuk preparasi sperma, persiapan prosedur ICSI pada kasus jumlah sperma rendah, hingga faktor yang memengaruhi keberhasilan program bayi tabung dengan kualitas embrio yang berasal dari sperma hasil biopsi. Melalui rangkaian materi tersebut, peserta diharapkan dapat mengoptimalkan pendekatan diagnostik dan terapeutik infertilitas pria secara aman, efektif, serta berbasis bukti ilmiah terkini.

Kegiatan ini mendapatkan respons dan umpan balik yang sangat positif dari para peserta, yang menilai bahwa workshop memberikan kesempatan penting untuk memperbarui wawasan ilmiah sekaligus meningkatkan keterampilan praktis yang relevan dengan praktik klinis sehari-hari. Para peserta juga berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara berkelanjutan untuk mendukung pembelajaran sepanjang hayat bagi dokter spesialis andrologi. Pada sesi penutupan, Prof. Dr. dr. Dicky Moch Rizal, M.Kes., Sp.And., Subsp.FER., AIFM menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta serta panitia yang telah berkontribusi dalam keberhasilan pelaksanaan workshop. Beliau berharap kegiatan Andrology Junction dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ilmu dan kompetensi peserta serta berlanjut menjadi seri kegiatan ilmiah berikutnya di masa mendatang.

Pelaksanaan workshop nasional ini sejalan dengan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam penanganan infertilitas yang berkualitas dan berbasis bukti. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui pendidikan berkelanjutan bagi tenaga medis, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara Departemen Fisiologi FK-KMK UGM dan Kolegium Andrologi Indonesia dalam memperkuat jejaring akademik dan profesional di tingkat nasional. Melalui penyelenggaraan Andrology Junction, Departemen Fisiologi FK-KMK UGM menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu fisiologi dan andrologi yang berkontribusi aktif dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi di Indonesia.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *